Bekerja Harus Pandai Memilih, Bukan 'Palah-Pilih'

Senin, 20 Januari 2014

Assalamu'alaikum, Hi Everybody apakabar para pengunjung setia blogku? Mudah-mudahan baik selalu ya. Kali ini saya akan memposting tulisan dari apa yang muncul di benak pikiran saya, yaitu mengenai mencari pekerjaan. Langsung saja deh..

Bekerja bisa di bilang kita mesti pandai memilih. Memilih dalam artian bukan 'palah-pilih'. Memilih yg dimaksud disini adalah kita mesti lebih teliti, lebih detil dan tepat dalam memilih pekerjaan. Jangan sampai kita salah memilih pekerjaan, dan akhirnya kita sering keluar-masuk kerja. And then, menurut saya dalam mencari kerja kita mesti 'jual mahal' kepada perusahaan. Kenapa begitu? Karna kita mesti menunjukkan kepada perusahaan bahwa kita memiliki segudang keterampilan dan latarbelakang yang bisa di bilang 'Wah', yaitu seperti:
1). Kita sekolah dimana dan akreditasinya, karena pendidikan merupakan faktor terpenting yg pertamakali diperhatikan oleh perusahaan. Kalau kita berpendidikan hanya sampai SMA/SMK, kita bisa menjadi daya tarik lebih atau nilai plus bagi perusahaan apabila kita lulusan  dari sekolah yang terfavorit di daerah tersebut.  Atau bahkan mungkin sekolah itu terkenal dengan prestasi dan bayarannya yang juga  mahal.
Lantas apakah kita akan mau jika perusahaan menempatkan posisi kerja dibawah dari pendidikan kita? Tentunya kita tidak akan mau. Sebagai contoh lagi, orang yang lulusan S1, apakah dia mau di sejajarkan dengan tingkat smk? Atau orang yang lulusan D3 di tempatkan posisi sebagai  OB/Security? jawabnya pasti tidak akan mau. Itu akan merendahkan martabat orang itu. Maka dari itu kita mesti cerdas dalam memilih pekerjaan. Jangan sampai jenis pekerjaan itu lebih rendah dari pendidikan kita. Sebaiknya pilih yang sejajar dengan pendidikan kita, atau lebih tinggi malah lebih baik.

2) Jurusan apa yang kita tempuh selama masa sekolah. Jurusan  juga termasuk cukup penting diperhatikan di  perusahaan. Sebagai contoh, apabila kita melamar di posisi perkantoran dalam perusahaan, namun kita lulusan dari jurusan mesin (contohnya), dan tidak mempunyai latar belakang perkantoran. maka kita akan di pandang tidak  mempunyai basic sama sekali untuk mengisi posisi tersebut. Pasti mereka berpikir akan lama lagi untuk memberi  pembelajaran yang sangat menndasar kepada kita. Lain lagi jika memang kita mempunyai pengalaman kerja pada posisi yang sama. Namun jika memang kita bisa diterima untuk mengisi posisi tersebut, meskipun kita tidak mempunyai basic sama sekali di  bidang itu, jika memang kita bisa cepat tanggap dan mengerti dalam menjalankan posisi tersebut, itu akan sangat bisa menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman bagi diri kita sendiri.

3). Kita memiliki keterampilan apa? jika kita memiliki keterampilan yang amat banyak, tentunya itu akan menjadi daya jual keahlian kita kepada perusahaan.

4). Perusahaannya Bagaimana?. Yang satu ini menurut saya adalah tergantung selera dan prinsip dari masing-masing orang. Kalau saya pribadi, saya akan memilih dan berusaha keras untuk melamar ke perusahaan-perusahaan besar yang istilahnya 'sudah punya nama'. Meskipun perusahaan yang sudah punya nama, awalnya pun masih di sebut perusahaan 'ecek-ecek' atau perusahaan kecil. Meskipun perusahaan besar itu seleksinya sangat ketat dan yang melamarnya pun sangat banyak, tapi tetaplah optimis. Jika kita di terima di perusahaan ternama dan bonafide, tentunya akan menjadi kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi diri kita sendiri. Dan pastinya kita tidak ingin keluar-masuk kerjaan lagi, ingin menetap disitu hingga kita memiliki keluarga sendiri sampai tiba di masa pensiun.
Dan secara otomatis derajat kita dalam lingkungan masyarakat pastinya akan naik dengan sendirinya, karena lingkungan sekitar telah mengetahui bahwa kita bisa bekerja di perusahaan besar itu.
Mencari pekerjaan tentunya kita mesti perhatikan apakah perusahaan itu bergerak di bidang halal atau non halal (khusus umat islam), juga hati-hati terhadap penipuan dari oknum-oknum pada perusahaan tsb.

Saya rasa cukup sampai disini ocehan saya. Saya masih memiliki banyak kekurangan, saya baru hanya lulusan smk yang mempunyai keinginan untuk kuliah hehee. Jadi mohon di maafkan apabila kata-kata saya kurang berkenan. Jika Anda setuju dengan argumen saya, Anda simpan didalam pikiran. Jika tidak, lebih baik buang jauh-jauh saja hehee. Karna tiap-tiap manusia memiliki argumen yang berbeda-beda.
Akhir kata, sampai jumpa pada postingan berikutnya wassalamu'alaikum..

All about Busway Transjakarta

Minggu, 01 Desember 2013

Assalamu'alaikum, salam sahabat buat para pengunjung setia blogku.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas semua tentang transportasi massal di jakarta yang sudah tak asing di dengar lagi saat ini. Tentunya semua hanya berdasarkan pengamat dan pendapat dari saya pribadi. Karna tiap masing-masing orang mempunyai argumennya sendiri-sendiri.
Langsung aja deh..

Saya sendiri baru merasakan naik busway itu waktu tahun 2010. Meskipun pada tahun itu busway sudah cukup populer, namun koridornya masih sedikit pada saat itu. Awal aku naik busway tentunya sangat membingungkan. Karna busway itu punya rutenya masing-masing. Lantas pada waktu itu saya gak berani naik sendirian, musti bawa temen. Karna takut nyasar hihihi..

Pertamakalinya saya naik busway saya sangat merasa bingung dan capek pastinya. Ketika pulang sampai rumah, saya 'ngedumel' gak mau naik busway lagi.
Seiring berjalannya waktu, mau gak mau saya harus naik busway, karena tempat yang saya tuju di lewati betul oleh busway. Meskipun sudah berulang-ulang kali naik busway, saya masih gak hafal-hafal juga sama rute dan koridornya. Gak salah lagi setelah bayar tiketnya saya langsung melototin peta busway yang terpampang di setiap halte. Entahlah otak saya mungkin agak bloon untuk menghafal pada saat itu. haha..

Akhirnya saya mulai merasa sangat mengerti naik busway itu ketika saya download peta transjakarta yang saya searching di mbah google. Barulah saya sangat merasa nyaman dan aman gak usah khawatir nyasar lagi. Hehe..

Menurutku, sebenarnya naik busway itu aman ya dari rawan kejahatan. Gak akan mungkin ada copet di dalam bus, karna pintu busway sendiri hanya terbuka secara otomatis pada saat bus berhenti pada tiap-tiap haltenya saja. Kalau ada copet dalam busway, mungkin tuh copet bakal di keroyok sama seluruh penumpang busway beserta penjaganya. Karna dia gak akan bisa lari lantaran pintu bus selalu tertutup rapat pada saat bus berjalan. Lain hal jika tukang copetnya mahir dan gak ketahuan sama yang dicopetnya. Hehe.. tapi itu semua gak mungkin dehh.. :-D

Sebenarnya naik busway itu enak sih, karena biayanya yang begitu murah meriah, cuman dengan mengeluarkan biaya Rp. 3500 saja kita bisa keliling jakarta seharian (tanpa keluar dari halte hehe). Apalagi jika kita naiknya pukul 05:00 s/d 07:00 bayarnya cuma Rp.2000.- murah kan?? Hehe..

Tapi saya ingin mengkritik beberapa kekurangan dari busway Transjakarta ini.
Yang pertama, menurut saya kalo berangkat kerja lebih baik jangan naik busway. Kenapa gue bilang begitu? Karena busway itu seringkali datangnya sangat lamaaaa dan lelet sekali. Pernah saya hampir setengah jam menunggu busway di halte. Belum lagi penumpangnya yang sungguh 'beujibun' penuhnya. Akhirnya saya telat masuk kerja.
Mungkin pesan yang ingin saya sampaikan, sebaiknya jumlah koridornya lebih di perbanyak dan di percepat dikit berangkatnya.

Yang kedua, seharusnya di tiap-tiap hate transfer di sediakan toilet umum untuk para penumpang. Karna Anda tau sendiri kan? Bagaimana antriannya pada tiap halte transfer koridor?
coba deh, saya sendiri saja pernah beberapa kali merasakan ingin pipis pada saat antri busway. Tapi gak bakal mungkin saya bisa kencing saat itu juga. Belum lagi antrian yang bukan main panjangnya. Karna di halte busway gak ada toilet, jadi terpaksa saya harus tahan sampai di tempat tujuan. Masa iya saya harus pipis di bawah jembatan? Kan gak mungkin dong. Dan meskipun di pinggir jalan ada toilet umum, tapi mesti bayar lagi jika sudah keluar dari halte busway. Huhhhh menyebalkan..

Yang paling saya setuju ialah, ketika pemprov DKI mengeluarkan peraturan dan sanksi tilang kepada kendaraan bermotor maupun mobil yang melintas jalur busway. Kenapa saya bisa sangat setuju mengacungkan empat jempol?? Karena apabila tidak ditetapkan aturan tersebut, percuma saja kita naik busway yang sudah di bikin jalurnya sendiri tapi kok masih kena macet juga?. Tujuan penumpang naik busway itu kan agar cepat menghindari macet. Kadang saya suka kesal sendiri apabila melihat kendaraan yang masih bandel dan belum kena batunya yang masih melintas di jalur busway. Dan lebih mirisnya lagi, tidak ada polisi disana. Huuuhhhhh rasanya saya ingin menjadi polisi dadakan saja pada saat itu. Hehe (mana ada polisi dadakan).
Saya yakin apabila 1/2 dari penduduk jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum, Jakarta pasti akan terbebas dari kemacetan. (Yeeahh B-) )

Saya rasa sudah cukup mengeluarkan unek unek saya mengenai busway transjakarta hehe. Intinya, kita mesti punya stamina dan kesabaran yang lebih + bawa minyak angin yah (takutnya mual lantaran berdesak-desakan di dalam bus, hehe) ketika akan bepergian menggunakan transportasi massal yang satu ini, hehe..

Tapi yang terpenting kite mesti tetep support terus program yang di jalankan oleh pemerintah kita. Semoga bisa berkembang lebih baik kedepannya.
Semoga dari apa yang di baca dari tulisan ini, ada manfaat dan hikmahnya bagi para pembaca maupun penulis.
Mohon maaf apabila ada salah salah kata.
Wassalam ..  See you later.. ;-)


Trauma Cinta

Minggu, 10 November 2013

Puisi
Karya : Dennis Maulana

Berulang-ulang kali
Dan kesekian kalinya
Ku lakukan ini
Ku rasakan ini

Sakit ini
Luka ini
Pilu ini
Membuatku trauma
Trauma akan cinta

Buat apa ku lakukan
Jika akhirnya
Sakit yang ku rasakan
Sakit yang berkepanjangan

Hati ini berkata
Hati ini berjanji
Dalam kurun waktu ini
Ku tak ingin mendekatinya
Ku tak ingin menyentuhnya
Ku tak ingin terjatuh
Ke lubang yang sama
Ke terperangkap yang sama
Hanya untuk hubungan yang sia-sia

Ku coba mengintrospeksi
Cinta seperti apa yang sesungguhnya
Yang selayaknya hakiki
Abadi di dalamnya

Kepada siapa
Selayaknya ku mencinta
Cinta yang tidak pernah
Membuatku sakit

Ya..
Jawabnya
Hanya Dia-lah
Yang sepatutnya di cintai
Karna dengan cinta-Nya-lah
Kita bisa berdiri sampai saat ini
Hanya kepada-Nya-lah
Cinta yang sempurna
Cinta yang hakiki
Kekal dan abadi

Dunia Keras

Sabtu, 09 November 2013

Puisi
Karya : Dennis Maulana

Ku berdiri
Ku melangkah
Ditengah kerasnya dunia
Ditengah pahitnya dunia

Tak sekedar yang nyata
Maya pun turut bersama
Mendengar lantunan pedas
Menusuk dada begitu keras

Tak sedikit manusia
Menghiraukan yang lemah
Sudah tak memakai ketulusan
Mengabaikan rasa maaf

Dimana hati mereka?
Dimana nurani mereka
Yang selama ini membeku
Keras laksana batu
Yang mustahil dapat mencair

Kepedulian sudah jarang ku temui
Apakah lantaran aku tak terikat olehnya?
Sesungguhnya kita semua adalah  saudara
Yang patut di jaga keeratannya

Benar di nilai dusta
Dusta di nilai benar
Pahit di balik manisnya ucapan
Keras di balik lunaknya hati
Kasar di balik halusnya perbuatan
Ada apa di balik semua ini?

Mulut manis hanya menipu
Sementara hati berkata lain
Ringan hati hanya menipu
Padahal di belakang itu ada rasa berat hati

Aku jatuh
Tak ada yang peduli
Aku menangis
Tak ada yang peduli
Aku meminta bantuan
Tak ada yang peduli

Ini semua bagai kutukan
Apabila berbuat salah
Tetap akan selalu di nilai salah
Meskipun yang salah sudah dimaafkan
Tapi akan selalu di pandang sebelah mata
Oleh lingkungan di sekitar mereka
Tak mengikhlaskan yang salah
Untuk mau memperbaiki kesalahannya

Kini aku tak bisa apa-apa
Hanya bisa mengangkat kedua tangan
Kepada Sang Pencipta
Untuk memohon dilindungi
Di kuatkan
Di ikhlaskan
Di ringankan
Dalam menjalani skenario dunia
Untuk Menuju pada skenario-Nya yang hakiki

Sahabat Harapanku di Jalan-Nya

Rabu, 26 Juni 2013
Puisi
Karya     : Dennis Maulana


Sekian banyak yang ku lihat
Yang ku kenal
Tak ada yang mengajakku
Untuk mendekatkan pada-Mu

Siapa pun yang ku temui
Hampir semuanya sama
Belum ada yang pas di hati
Padaku untuk-Nya

Mereka kebanyakan
Hanya mengajak kesenangan semata
Kesenangan yang bukan untuk di jalan-Nya
Semu dan tipuan dari dunia

Langka kah sudah?
Atau mungkin sudah tidak ada lagi?
Lalu apakah ku biarkan seorang diri
Sendiri berjalan di jalan-Nya

Siapa pun itu
Dari mana pun itu
Aku bisa bebas terbuka
Dengan siapa saja

Namun untuk ku jadikan sahabat
Aku harus pandai memilih
Yang pantas dan benar
Untuk bersama merangkul hidup di jalan-Nya

Dalam diam ku berlirih
Tiada henti mengangkat kedua telapak tanganku
Semoga dapat ku temui
Sosok untuk temani hari-hariku di jalan-Mu

Secerah Hati


Puisi
Karya     : Dennis Maulana


Putih bersih tersembunyi
Namun terpancarkan sinarnya
Melantunkan dalam hati
Tersingkir jua sakitnya

Hatinya
Sumber dari segala tindakan
Hatinya
Benteng dari segala kelalaian

Ucapannya
Terdorong oleh hati
Karna hati
Sumber dari segala kebaikan

Lantas bagaimana?
Jikalau hatiku ternoda?
Darinya berkata
Ingatlah selalu kepada-Nya
Niscaya hatimu ‘kan bersih
Dari segala noda hati

Jika hati putih bersih
Niscaya tindakan pun ‘kan terarah
Jika hati penuh dengan noda
Tindakan pun akan terlena

Karna hati
Pada hakikatnya
Selalu berkata benar
Namun sering kali
Lisan menghianatinya

Manusia Langka

Sabtu, 23 Maret 2013

Cerpen
Karya   : Dennis Maulana

            Ditengah-tengah kerumunan kota, tampak sosok pemuda tampan dan tinggi sedang mengamati keadaan dilingkungan sekitar kota sambil memegang sebuah kamera. Dia adalah sosok yang bernama lengkap Ghandur Nashir, akrab disapa Nashir. Dia adalah seorang sastrawan sekaligus pengamat sosial yang namanya sering muncul di media cetak. Tulisan yang sedang ramai dibicarakan baru-baru ini oleh banyak orang yang dimuat dari salah satu koran dan majalah ternama ialah berjudul ‘Manusia Langka’. Judul yang mengandung makna dan menarik simpati banyak orang ini, menjadi bahan pembicaraan di berbagai media. Di dalam tulisannya itu ia berpendapat, bahwa manusia dimuka bumi ini sudah langka dan akan menuju pada kepunahan. Terus terang, lantas aku bertanya-tanya. Mengapa manusia di muka bumi ini yang sedang padat-padatnya malah di bilang langka olehnya?. Lantas aku bergegas ingin bertemu dengan sosok pemuda itu untuk bertanya secara langsung mengenai tulisan yang dibuat olehnya.